Minggu, 09 September 2012

Kekuasaan Daendels di Indonesia


 Kekuasaan VOC di Indonesia bertahan kurang lebih satu abad, menjelang akhir abad ke 18, VOC mulai mengalami kemunduran akibat kerugian oleh beberapa faktor

1. Gencarnya persaingan dari bangsa Prancis dan Inggris.
2. Korupsi dan pencurian yang dilakukan para pegawai VOC
3. Maraknya perdagangan gelap di jalur monopoli VOC
4. Besarnya anggaran belanja VOC tidak sebanding dengan pemasukannya.
Melihat kenyataan ini, akhirnya VOC dibubarkan pada tahun 1799. Segala tanggung jawab VOC diambil alih oleh Kerajaan Belanda dan terbentuknya pemerintahan Hindia Belanda (Nederlands Indies). Pengambilan kekuasaan ini dimaksudkan agar wilayah Indonesia tetap berada dalam pengendalian Belanda. Dalam hal perkembangannya, Raja Louis Napoleon Bonaperte, yang bertanggung jawab atas wilayah Kerajaan Belanda, menunjuk Herman Williem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Indo
nesia.


Dari tahun 1808-1811 Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jendral Belanda di Indonesia, Selama pemerintahannya cukup banyak kebijakan penting yang dilakukannya. Perhatian utama Daendels ditujukan pada bidang pertahanan. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris yang ketika itu sedang berperang melawan Prancis.
Kebijakan Daendels yang lain adalah membangun jalan utama yang menghubungkan kota-kota di sepanjang Pantai Utama Jawa. Jalan tersebut membentang dari kota Anyer(Jawa Barat) hingga Panarukan(Jawa Timur). Pembuatan jalan ini mengunakan tenaga rakyat Indonesia melali system kerja paksa yang disebut kerja rodi.
Selama memerintah di Indonesia Daendels bernuansa menanamkan kekuasaan dikerajaan-kerajaan likal di Indonesia. Daendles berusaha mengubah tata cara lama yang ada dalam tradisi kerajaaan-kerajaan Indonesia. Akibat tindakannya, Daendles terlibat konflik dengan penguasa kerajaan-kerajaan Indonesia, seperti Sultan Banten dan Sultan Hamengkubuwono I dari Yogyakarta. Ia juga menjual tanah rakyat kepada para penguasa swasta asing dari Belanda, Arab, dan Cina. Tindakan otoriter Daendels ini membuat Raja Louis Napoleon Bonaparte memanggilnya kembali ke Belanda. Ia digantikan Gubernur Jenderal Jansens.

Reaksi:

0 komentar: